suryawijaya.com

suryawijaya.com
Cayman Family Roots Names Data Base Sales

Jumat, 05 Agustus 2011

CHAPTER 2

CHAPTER 2
THE INSURANCE MARKET

A.Pelaku Asuransi
1.Propietary Insurance Company
-Mengacu pada Law of Corporate Bodies sebagai limited liability company
-Modal, dari pemegang saham sebagai pemilik
-Pemegang saham bertanggung jawab atas kerugian PT sebatas modal
-Laba diperoleh dari hasil underwriting dan hasil investasi
-Laba menjadi pemilik saham, tapi sebagian dapat dikembalikan kepada Pemegang polis sebagai bonus
-Di Indonesia, bentuk PT diatur dalam UU No 1/1996 tentang Perseroan Terbatas
2.Mutual Insurance Company
-Tidak ada pemegang saham
-Laba seluruhnya milik pemegang polis sebagai pemegang saham
-Lazim ditentukan dalam asuransi jiwa
-Di Indonesia disebut “Asuransi Jiwa Bersama”
3.Pengawasan Pemerintah (UK)
-Dasar: Insurance Companies Act 1982 dan Insurance Act 1981
-Pengawasan oleh Dept of Trade (DTO)
-Tujuan melindungi kepentingan publik tertanggung dan publik investor
-Wajib melaporkan Loss & Profit Account dan Balance Sheet
-Dilihat apakah “margin of solvency” masih dalam batas ketentuan
-Policyholders Protection Act 1975 sebagai perlindungan konsumen
-PPA diadministrasi oleh Policyholders Protection Board yang dibiayai oleh iuran seluruh perusahaan asuransi
-Scheme: Jika perusahaan asuransi “likuidasi”, maka tertanggung berhak 100% ganti rugi untuk asuransi wajib, 90% untuk asuransi tidak wajib
-Scheme tidak berlaku untuk:
a.asuransi dengan Llyods, Friendly Societies
b.tertanggung dengan Corporate
c.asuransi marine, aviation, transport dan reasuransi

B.Llyod’s
-Bukan perusahaan yang menanggung resiko, tetapi badan penyedia fasilitas penempatan asuransi/reasuransi
-Akseptasi dilakukan dengan perseorangan (Names) yang didukung oleh kekayaan untuk liability tidak terbatas
-Nama-nama membentuk “sindikasi”, tiap sindikat menunjuk underwriter profesional untuk aksep bisnis atas nama anggota sindikat
-Llyod’s diawasi oleh Committee of Llyod’s
-Syarat keanggotaan, tidak hanya harus menjaga integritas/kemampuan keuangan, tetapi juga:
a.Menyetor jaminan
b.Menyetor semua premi ke dalam trust fund
c.Membuat laporan audit underwriting tahunan
d.Menyerahkan polis jaminan tiap tahun
e.Membayar iuran dari premi untuk pusat dana bagi tertanggung
-Penempatan bisnis ke Llyod’s harus melalui Llyod’s Brokers

C.P & I Club
-Asosiasi bersama para pemilik kapal untuk membayar kerugian-kerugian yang tidak dijamin dalam asuransi marine
-Marine Underwriters hanya menjamin liability pihak ketiga (hull maupun cargo) sebesar ¾ dari seluruh kerugian, sebagai cara mengurangi kerugian akibat “negligent navigation”
-Pemilik kapal membentuk klub untuk menanggulangi kerugian yang tidak dijamin oleh marine underwriters (1/3nya)
-Kerugian lain yang dijamin:
a.tanggung jawab atas kehilangan jiwa dan kecelakaan
b.tanggung jawab atas kerusakan benda tak bergerak (pelampung, dermaga, dan harta benda di daratan lainnya)
c.tanggung jawab atas kerusakan cargo
d.tanggung jawab majikan terhadap karyawan yang cedera
e.pembayaran biaya pengobatan dan pengiriman pulang kru kapal
f.lain-lain
-P&I Club merupakan pelengkap bagi asuransi marine karena menyediakan jaminan atas resiko perang
-Keanggotaan membayar uang pangkal dan iuran premi tahunan
-Anggota membayar klaim dan biaya managemen

D.Perusahaan asuransi “Composite” (Umum) dan “Sepecialist” (Khusus)
Composite :Menangani bisnis kerugian dan jiwa
Specialist :Menangani hanya cabang asuransi tertentu
Di Indonesia :Perusahaan asuransi = spesialis (kerugian, jiwa, kredit, dll)
Perusahaan reasuransi = composite (kerugian dan jiwa)
Pialang asuransi = spesialis (kerugian atau jiwa)
Pialang reasuransi = composite (kerugian dan jiwa)
Jika perusahaan composite, menangani juga cabang bisnis tertentu, maka wajib melakukan pemisahan premi, cadangan, dll dan laporan keuangannya. Begitu pula, dana klaim hanya untuk cabang bisnis tertentu tsb.

E.Pemerintah sebagai Penanggung:
-Jika asuransi konvensional tidak menjamin, mis. kerusakan harta benda akibat perang di daratan
-Asuransi kredit; ganti rugi kepada penjual jika pembeli tidak membayar harga barang, akibat bangkrut atau sebab lain
-Jaminan tsb ada pada pasar asuransi, kecuali akibat resiko “ekonomi” atau “politik”
-Pemerintah bentuk ECGD untuk menjamin perdagangan ekspor dari resiko resiko penyitaan barang, kerusakan akibat perang, pembatasn pembayaran ke luar negeri
-Tujuan menggalakkan perdagangan luar negeri dan membantu pengembangan ekonomi negara dunia ketiga
-Juga menjamin investasi modal, pinjaman, dan jaminan atas pinjaman

F.Asuransi Nasional
Keuntungan asuransi nasional atas:
a.Market pooling agreement
1.kapasitas dipergunakan secara maksimal
2.tidak ada kompetisi
3.ada keseragaman dalam polis baik kondisi maupun persyaratannya
b.Tariff aggrement
1.terhindar dari kompetisi yang tidak sehat di mana tarif berlaku seragam
2.hasil underwriting secara nasional dapat dikontrol melalui penyesuaian tarif setiap tahun
3.service/pelayanan akan lebih baik karena kompetisi yang dapat dilakukan terkonsentrasi pada service
Kerugian asuransi nasional atas:
a.Market pooling agreement
1.karena polis dan rate standard, maka tidak ada variasi dan inovasi penutupan
2.memerlukan administrator yang baik yang dapat mengatur seluruh bisnis yang bersumber dari seluruh anggota  perlu biaya dan manager
3.hasil underwriting akan dirasakan secara merata dan sama oleh semua anggota padahal masing-masing anggota melakukan underwriting policy yang berbeda.
Jadi fungsi underwriting di masing-masing anggota tidak berpengaruh banyak terhadap hasil underwriting  tidak fair bagi anggota
b.Tariff agreement
1.Perlu pooling statistik secara nasional  biaya
2.Statistik masing-masing perusahaan menjadi tidak relevan terhadap penetapan tarif
3.Menjadi kurang inovatif bagi perusahaan asuransi

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Indonesian Open University studentut Online Kammarkollegiet Swedish State's Insurance Institute Affairs Education