suryawijaya.com

suryawijaya.com
Cayman Family Roots Names Data Base Sales

Jumat, 05 Agustus 2011

CHAPTER 1

220. ASURANSI HARTA BENDA DAN KEPENTINGAN KEUANGAN

CATATAN:Pengertian istilah “Harta Benda” dan “Kepentingan Keuangan” dalam mata ujian ini adalah:
Harta Benda: harta benda yang nyata dan dapat dinilai dengan uang.
Kepentingan keuangan: Kepentingan atau tanggung jawab yang dapat dinilai
dengan uang.

SASARAN:Menguji pengetahuan peserta mengenai teori dan praktek bidang asuransi “Harta Benda” dan “Kepentingan Keuangan”.

LINGKUP STUDI: Peserta yang dinyatakan lulus mata ujian ini dianggap telah:

01.Memahami resilo-resiko atas harta benda dan kepentingan keuangan.
i. Resiko: murni, spekulatif, partikuler (particular), fundamental politik;
ii. Perils yang dapat diasuransikan
iii. Hazards: klasifikasi, sifat, pengaruhnya terhadap timbulnya kerugian dan penanganannya.
iv. Kerugian ekonomis dan peranan asuransi dalam penanggulangannya.
v. Harta benda dan kepentingan keuangan yang dapat diasuransikan
vi. Siapa yang dapat mengasuransikan harta benda dan kepentingan keuangan

02.Mengetahui peranan industri asuransi dalam pencegahan kerugian dan perbaikan resiko.
i. jalur asuransi: survai resiko dan rekomendasi, rating, syarat dan kondisi, pengawasan kerugian.
ii. Jalur publik: pendidikan, kampanye, riset, kerjasama, kontribusi kepada dinas pemadam kebakaran.

03.Memahami aplikasi prinsip-prinsip asuransi atas asuransi harta benda dan kepentingan keuangan.
i. utmost good faith
ii. insurable interest
iii. indemnitas
iv. subrogasi
v. kontribusi
vi. kausalitas dan proximate cause

04.Memahami lingkup pertanggungan yang diberikan oleh jenis-jenis asuransi:
i. Asuransi Kebakaran (jaminan pokok)
ii. Asuransi Kebakaran (resiko-resiko tambahan/perluasan jaminan)
iii. Asuransi “All Risk”, meliputi juga C.A.R/ E.A.R dan komputer
a.Klausula operasional (operational clause) dan klausula pengeculian (exclusion clause); penulisan dan penafsirannya; sejauh mana lingkup jaminan atas masing-masing peril;
b.Syarat dan kondisi; penulisan dan penafsirannya; akibat bila tidak dipenuhi atau dilanggar;
c.Bentuk-bentuk perluasan jaminan yang tersedia dan klausula-klausula khusus ; tujuan penggunaan dan aplikasi.

05.Mengetahui lingkup pertanggungan jenis-jenis asuransi berikut
i. Asuransi Gangguan Usaha
ii. Asuransi Kredit
iii. Fidelity Guarantee and Bonds
iv. Asuransi Uang dan surat berharga
v. Asuransi Contingency
vi. Asuransi Engineering
vii. Asuransi Pencurian/perampokan
viii.Asuransi Householders dan Houseowners
a.Klasusula operasional (operative clause) dan klausula pengecualian (exclusion clause); sejauh mana lingkup jaminan atas masing-masing perils.
b.Bentuk-bentuk perluasan jaminan yang tersedia dan klausula-klausula khusus: tujuan penggunaan dan aplikasi

05.Memahami polis-polis deklarasi, kolektif, blanket dan first loss
i. Penggunaan manfaat dan kelemahan
ii. Cara kerja syarat dan kondisi, klausula-klausula khusus
iii. Reinstatement dan average clause
iv. Praktek penggunaan polis kolektif di Lloyd’s of London
v. Penetapan jumlah pertanggungan dan suku premi

06.Memahami dasar-dasar penetapan nilai pertanggungan dan hubungannya dengan perhitungan premi serta penyelesaian klaim:
i. Pertanggungan dengan nilai penuh; pertanggungan dengan aggreed value; pertanggungan di bawah harga
ii. Pengaruh kebijakan moneter, perubahan nilai objek pertanggungan, inflasi, period of indemnity (dalam asuransi gabungan usaha)
iii. nilai objek pertanggungan pada saat dan tempat kerugian; penerapan prinsip indemnitas dalam praktek terhadap harta benda seperti: bangunan (termasuk bangungan kuno/bersejarah), mesin-mesin, komputer beserta catatan-catatannya, stock pedagang pengecer dan produsen serta klausula kontrak penjualan, hasil bumi, alat-alat pertanian dan live stock.
iv. jenis-jenis average condition ; prorata condition of average, special condition of average dan two condition of average.
v. Cara-cara mengatasi pengaruh inflasi melalui pendekatan reinstatement ; valuation linked scheme, national reinstatement value scheme, day one basis
vi. Penggantian kerugian secara reinstament oleh penanggung menurut kondisi polis dan/atau reinstatement memorandum.
vii. Perhitungan premi: peranan surveyor dan adjuster dalam penentuan jumlah ganti rugi dan penyelesaian ganti rugi
viii.Arbitrase: manfaat dan kelemahan, dan prosedurnya

07.Mengetahui praktek reasuransi dalam asuransi harta benda dan kepentingan keuangan
i. bentuk-bentuk dan cara kerja reasuransi ; proporsional dan nonproporsional; treaty dan fakultatif
ii. retensi sendiri dan table of limit
iii. penetapan dan penggunaan prakiraan kerugian maksimum

CHAPTER 1
PROPERTY AND PECUNIARY INSURANCE
A.Definisi Property
Kata ‘property’ mengacu pada ‘every material thing or physical object to which fortuitous loss or damage may be occasioned’ yaitu setiap benda material atau objek fisik di mana kerugian atau kerusakan yang tak dapat diketahui dengan pasti dapat terjadi atasnya.
Dalam konteks ini, tidak ada pembedaan legal antara real property (property yang tidak dapat bergerak, seperti tanah dan bangunan) dan personal property (benda yang bersifat temporary atau dapat bergerak yang berlawanan dengan tanah).

B.Insurable property
Semua property yang dapat mengalami kerusakan atau kehilangan, dapat diasuransikan, kecuali:
1.Property yang menjadi milik seseorang yang, pada saat kontrak, merupakan enemy alien (musuh masyarakat); tetapi barang-barang yang dibeli dari enemy alien dapat diasuransikan (Bell v Gilson, 1798).
2.Property yang diasuransikan bertentangan dengan kebijaksanaan publik. Jadi asuransi atas brothels illegal (Bruneau v La Liberte, 1902), walaupun asuransi terhadap barang-barang yang dibeli dari hasil perampokan tidak invalid (Bird v Appleton, 1800)

C.Limitation on insurance
Beberapa faktor yang mambatasi jaminan asuransi yang diberikan:
1.Pecuniary value
Kerugian atau kerusakan yang dijamin asuransi harus bisa dihitung secara finansial atau harus bisa diekspresikan dalam bentuk pembayaran pecuniary.
2.Legality
Scope asuransi dibatasi oleh hukum. Seseorang tidak dapat mengasuransikan konsekuensi dari kecerobohan atau perbuatan yang dilakukannya secara sengaja. Contoh, seorang pengacara tidak bisa mengasuransikan efek karena didiskualifikasi dari praktek profesinya akibat perbuatannya yang tidak profesional.
3.Insurable Interest
Seseorang hanya bisa mengasuransikan bila dia mempunyai kepentingan terhadap subject matter of insurance, yang diakui secara hukum, di mana dia akan memperoleh keuntungan dari normalnya/tidak rusaknya subject matter of insurance dan mengalami kerugian atas kerusakannya.
4.Lack of knowledge
Ada beberapa resiko yang tidak akan ditutup oleh penanggung, misalnya resiko kehilangan profit akibat fluktuasi harga dan perubahan dalam biaya produksi, karena penanggung tidak mempunyai cukup pengetahuan untuk membuat perkiraan yang tepat tentang masa yang akan datang, sehingga akan sulit untuk menghitung rate dari resiko tersebut.
5.Inherent vice
Pada umumnya tidak mungkin untuk mengasuransikan property terhadap kerugian atau kerusakan yang diakibatkan oleh inherent vice atau nature barang itu sendiri.
6.Public policy
Ada resiko-resiko tertentu yang tidak bisa diasuransikan, karena mengasuransikannya berarti akan bertentangan dengan public policy
7.Market agreement
Ada market agreement dalam industri asuransi bahwa ada pengecualian-pengecualian khusus yang berlaku umum untuk semua polis yang menjamin property, yaitu:
a.War Risks Exclusion Clause
b.Radioactive Contamination Exclusion Clause
c.‘Sonic Bang’ Exclusion Clause
d.Norhtern Ireland Overriding Exclusion Clause

D.Uninsurable risk
Item-item di bawah ini tidak dapat diasuransikan:
a.property dari orang-orang yang melakukan profesi illegal
b.property yang digunakan untuk tujuan illegal
dan kerugian yang disebabkan oleh:
c.delay, confiscation or detention by HM Customs or other official bodies or authorities;
d.wear and tear dan depresiasi
e.proses membersihkan, memperbaiki atau restoring;
f.kerusakan oleh moth atau vermin
g.action of light or atmospheric conditions; and
h.any other gradually operating cause
Item (c) sampai (h) biasanya menjadi pengecualian khusus dalam all-risks insurances

E.Siapa saja yang bisa mengasuransikan
Pada dasarnya setiap orang bisa mengasuransikan property atau hak atas property atau kepentingan keuangan jika sebagai akibat dari kerusakan atau kerugian atas property, hak atau kepentingannya tersebut, dia kaan mengalami kerugian finansial. Karena itu setiap orang yang mampu membuat kontrak bisa menjadi tertanggung dalam kontrak asuransi.
Ada kelas orang tertentu yang tidak mempunyai kapasitas kontraktual, dan ada kelas lain di mana contractual capacity diberikan oleh UU, yaitu:
1.minors
2.drunken and insane persons
3.corporations
4.enemy aliens
5.married women

Tidak ada komentar:

Mengenai Saya

Indonesian Open University studentut Online Kammarkollegiet Swedish State's Insurance Institute Affairs Education